Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomepreambuleAug 26, 2007
1.weblog interaktif untuk fasilitasi BAGI ANDA YANG BERMNINAT secara BERSAMA memberikan yang terbaik bagi pendidikan dan masa depan anak bangsa
 2.Apabila anda memerlukan Dokumen Kurikulum Nasional yang diberi nama Standar Isi (SI dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta sekedar contoh KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Prendidikan) bisa langsung mengunjungi web dengan lamat http://ktsp.diknas.go.id. 3. weblog ini juga secara interaktif digunakan untuk perkuliahan (KEGURUAN) bagi mahasiswa keguruan UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA dan UNIVERSITAS INDRAPRASTA secara e-learning.

HARI SABTU 29 MARET 2008 MAHASISWA KEGURUAN BAHASA INDONESIA SEMESTER 4, 2A dan 2B ADA KULIAH TAMBAHAN DI LAB KOMPUTER LT.2 .

WAKTUNYA SESUAI DENGAN JAM KULIAH HARI RABU.

DIHARAPKAN MAHASISWA YANG MENGIKUTI KULIAH TERSEBUT, SUDAH MENYELESAIKAN TUGAS-TUGAS BLOGNYA.

TERIMA KASIH

Bp Darsana Setiawan


Blog EntryFeb 17, '08 10:03 PM
for everyone

TUGAS INI DIKERJAKAN OLEH SETIAP MAHASISWA, DAN DISERAHKAN KEPADA PENGAWAS UJIAN, SEBELUM MENJAWAB SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER.

MATA KULIAH :STRATEGI PEMBELAJARAN  BIOLOGI                                                DOSEN: DARSANA SETIAWAN,Drs,M.Si.

1.Buatlah silabus lengkap dengan contoh 2 butir soal pilihan ganda (kelas dan jenjang sekolah "bebas/silahkan pilih") dengan 2 KD (Kompetensi Dasar ) masing-masing KD 2 Indikator.

2. Mengapa setiap kali tatap muka seorang Guru (seharusnya) mempersiapkan RPP (Rencana Program Pembelajarannya)?.

3. Pada kuliah terakhir di-diskusikan arti penting pembuatan KTSP, apa saja komponen penting yang harus ada di dalam KTSP, dan jelaskan!.

4. Pembelajaran Biologi dengan KD "Biologi Sel" akan lebih mudah mencapai batas kompetensi yang diharapkan dengan metode penyampaian seperti apa?. Jelaskan.

 

MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK                                                  DOSEN : DARSANA SETIAWAN Drs.M.Si

1.Jelaskan mengapa setiap kali terjadi tawuran pelajar, yang terlibat umumnya peserta didik dengan kemampuan kognisi dan afeksi  rendah?.

2. Seorang Guru tidak diperkenankan memberikan "label negatif" pada setiap anak didiknya, mengapa demikian?. Jelaskan!.

3. Pada perkembangan usia Remaja lebih sering dijumpai sikap peserta didik yang menentang tata tertib sekolah. Apa yang harus dilakukan oleh seorang Guru pada kasus seperti ini.

4. Kepercayaan diri (Self Confidence) harus di motivasi oleh Guru sehingga tereksplorasi pada setiap diri pembelajar. Mengapa demikian?.

 

 


LinkFeb 17, '08 8:07 AM
for everyone
Link: http://padangerino.blogspot.com/

blog perjalanan kehidupan pengelana dan pencari identitas diri

Blog EntryFeb 10, '08 6:12 PM
for everyone
Tanpa mengurangi makna headline Koran Seputar Indonesia (Koran Sindo) edisi mingu, 10 Februari 2007 tentang Pencanangan Gerakan Membaca Koran yang dihiasi dengan foto Bapak Presiden SBY saat membaca Koran Sindo di mimbar kepresidenannya, perkenankan saya hadir untuk mengomentari tulisan di halaman lain denga berbagai pertimangan atau alasan. Pertama, sebagai pembaca Koran Sindo ternyata ada persamaan rubrik kegemaran diantara sesama pembaca setia (termasuk Pak SBY) yaitu berita sepakbola. Sedang alasan kedua, karena percaturan politik saat ini di tanah air, memang belum menggemingkan minat saya untuk mengomentarinya. Semoga pembenaran saya sudah dirasa cukup untuk hadir dengan, mengembangkan pemikiran yang diilhami isi pada halaman 16 tentang resensi buku yang berjudul Seruan Azan dari Puing WTC dari Imam Feisal Abdul Rauf . Paska tragedi pengeboman gedung World Trade Center (WTC) tanggal 11 September 2001, pemerintah Amerika Serikat (AS), mengeluarkan pernyataan kontroversial “war and terror” yang dalam prakteknya mendeskreditkan umat Islam, seolah sebagai pelaku dan penyebar teror. Walaupun hal ini telah disanggah pihak AS, dengan serentetan siaran radio dan televisi produksi Voice Of Amerika (VOA) dengan menyiarkan kondisi umat Islam di AS yang hidup aman, damai serta non diskriminatif sampai saat ini. Melalui resensi buku yang ditulis oleh Mohamad Asrori Mulky, diungkapkan pemikiran Imam Feisal selaku Imam besar masjid AL Farah, tentang kemunculan citra negatif terhadap Islam di AS, yang tidak sepenuhnya disebabkan oleh sentimen negatif pihak nonmuslim yang salah dalam melihat substansi Islam. Sebagian kecil umat Islam yang berperilaku agresif terhadap umat beragama lain, dipandang memiliki kontribusi positif terhadap pencitraan Islam itu sendiri di AS. Meskipun citra negatif karena hal tersebut bukanlah bersifat monotype, mengingat banyak faktor lain yang juga menjadi penyebab seperti faktor politik yang dengan sengaja membangun dukungan dan kekuatan masa di dalam maupun di luar AS melalui “penciptaan musuh bersama” yaitu terorisme yang telah diidentikkan dengan Islam. Memang sekecil apapun esensi kebijakan publik suatu negara, pasti akan menimbulkan pengaruh terhadap warna politik luar negeri dari negara bersangkutan, dan itulah yang terjadi pada pemerintah AS saat ini, seperti yang ditulis oleh Rahmadya Putra Nugraha dalam penelitian ilmiahnya yang berjudul “Upaya Diplomasi Publik VOA ke Indonesia terhadap citra AS” (Prof.DR.Moestopo University, 2008). Yang menarik dari pemikiran Imam Feisal adalah, upayanya untuk menjembatani adanya pelurusan terhadap miskonsepsi nilai-nilai dari ajaran Islam, melalui dialog yang bersandar pada tiga pilar yaitu iman, peradaban dan kebudayaan. Setidaknya ada dua argumentasi utama yang membingkai preambule dukungan terhadap dialog tersebut yaitu; pertama, adanya akar yang sama sebagai elemen dasar tuntunan agama Yahudi, Kristen dan Islam sendiri yaitu etika Ibrahim. Ketiga agama tersebut memang mengakui keberadaan tuntunan Nabi Ibrahim, sebagai pendahulu yang sekaligus mengajarkan untuk senantiasa mencintai Tuhan, serta sesama umat manusia tanpa melihat perbedaan ras, agama ataupun latar belakang budayanya. Hal yang kedua, adanya kesamaan mendasar antara nilai-nilai Islami dengan nilai-nilai dasar Konstitusi AS yang menekankan prinsip kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan manakala Imam Feisal sebagai warga AS yang berkeyakinan Islam dan secara faktual adalah kaum minoritas, menyatakan hal itu sebagai suatu fakta kebenaran dan tidak semata-mata sebagai upaya pembenaran. Di Indonesia tercinta, lebih menarik lagi dengan adanya hal yang sama seperti di atas, namun hal itu justru dilakukan oleh pimpinan umat nonmuslim, yang dengan gigih melakukan pengembangan dialog antar agama agar memperoleh eksistensi ke”warga negara”annya melalui perolehan perlindungan serta perlakuan secara adil sebagai sesama hamba Tuhan. Bukankah Muhammad Rasulullah sendiri mencontohkan kepada pengikutnya untuk menghormati hamba Tuhan (Nasrani) saat bertamu, dengan menyediakan fasilitasi melakukan ritual keyakinan agama lain di rumah beliau. Bahkan Tuhan-pun telah berfirman untuk menghormati adanya perbedaan keyakinan beragama tersebut dengan “lakum dinukum waliyadhin” (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Hakekat dari pemikiran secara fundamental terhadap tulisan saya ini adalah, hubungan kemanusiaan yang bernilai serta berbobot humanism-kulturalism antara sesama hamba Tuhan adalah menjadi kewajiban kita semua untuk menghormatinya, namun tidak harus dengan melakukan ritual agama secara bersama, karena memang hakekatnya Tuhan telah menciptakan adanya perbedaan tersebut sebagai rahmat, dan bukan sebagai pemecah belah, apalagi pemusnah antar sesamanya. Dan selayaknya kebijakan publik yang dijalankan melalui komunikasi publik suatu negara, juga bertujuan pada nilai-nilai kemanusaan yang sama. Secara lugas dan terbuka perlu disampaikan bahwa memang kenyataannya Tuhan tidak menciptakan “Agama Bersama” bagi hamba-hambaNya, karena dengan keberbedaan yang ada, kita justru dapat hidup “bebas dan merdeka dalam beragama, serta saling menghormatinya”, bukankah Tuhan yang Maha Tahu tentang kebaikan dibalik semua hal ini. Itulah hakekat sebenarnya dari kemanusiaan yang adil dan beradab.

Blog EntryJan 27, '08 6:56 PM
for everyone

                                                Innalillahi wainnaillaihi rojiun
      T
elah kembali keharibaan empunya (Yang Maha Punya, Allah Swt) salah satu hambaNya yang dipilih, yaitu Bapak Haji Mohammad Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia yang kedua.
Beliau wafat pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2007 sekitar jam 13.10 wib di RSP Pertamina Jakarta.

       Sebagai hamba Tuhan yang pernah menerima tuntunan agama; " manakala ada hamba Tuhan yang lain meninggal dunia, maka kewajiban kita mengingat-ingat hanyalah kebaikannya semasa yang bersangkutan hidup di dunia".
Oleh karena itu mari kita sambut himbauan Bapak Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memberikan penghormatan kepada "orang tua kita bersama" yang pernah memberikan "pengabdian" kepada segenap warga bangsa, DENGAN SEGALA KELEBIHAN MAUPUN KEKURANGANNYA.
Tiada seorang manusiapun yang sempurna, karena kesempurnaan itu adalah kemutlakkan yang hanya menjadi milik Allah semata. Kalaupun Allah memberikan perkecualian, itupun hanya diberikan kepada para rasulNya dengan cara melindungi dan atau menghindarkan dari perbuatan "dosa", yang dalam bahasa agama disebut "maksum".

       Selamat jalan Pak Harto, hamba pilihan yang ditetapkan Allah "telah" memimpin lebih dari 200 juta hamba Allah yang lain (dari tahun 1966 s.d tahun 1998), kami ikhlas melepasmu untuk menghadap Sang Chalik, jasa baikmu kepada bangsa tetap kami kenang, dan "semoga Allah Swt menganugerahkan ampunan terhadap seluruh kekurangan dan kekhilafan semasa hidupmu wahai Bapak Bangsa, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah".
Amien ya robal alamien.


Blog EntryJan 26, '08 8:14 PM
for everyone

     Pagi ini, Sabtu 26 Januari 2007 Trans TV menyiarkan berita yang "mengejutkan tapi tidak mengherankan". Kepolisian di Surabaya berhasil menemukan hasil grebegan sebanyak 13.500 (tigabelas ribu lima ratus) Ton kedelai impor, di dalam Gudang PT "CI" yang menurut sinyalemen awal dari "informan", semestinya ada sekian kali lipat dari yang ditemukan.
Mengejutkan karena kedelai impor dengan tiga unit mesin pembersih kedelai tersebut bisa melenggang beroperasi di saat seluruh bangsa ini sedang "ngap-ngapan" mencari kedelai untuk pembuatan tahu dan tempe yang mulai melangit harganya, serta berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan di beberapa perusahaan tahu atau tempe di tanah air.
    Ulah penimbun kedelai sebagai bahan pangan rakyat seperti ini, kalau di jaman "dulu" langsung dikenai tuntutan hukum yang bernama pasal "subversi ekonomi", sehingga para cukong penimbun bahan pangan tidak dapat lagi terlepas dari "pasal maut" yang mengerikan, lantaran tindakannya dapat "menyengsarakan rakyat banyak" . Kakak kandung saya yang sedang belajar di Universitas Brawijaya, ketika pulang kuliah dari dosen luar biasanya di Universitas Gadjah Mada Yogjakarta pada tahun 1977, sempat mampir ke rumah saya di Solo, dan menyampaikan kesan yang mendalam tentang perkuliahan dari dosennya begini "bangsa ini harus melindungi rakyat kecil yang jumlahnya lebih banyak dan selalu menderita oleh ulah spekulan bahan pangan, karenanya para spekulan dan penimbun pangan tersebut harus "disikat" oleh pemerintah, itulah kebijakan ekonomi (maaf kalau saya salah mendengar) wijoyonomic". Tapi itu dulu...pernah begitu,…...........dan memang Badan Urusan Logistik (Bulog), dibentuk dengan tujuan agar para petani gurem terlindungi dari "rekayasa spekulan" yang menyebabkan terjadinya lonjakkan harga kedelai, padi dan jagung, saat musim tanam tiba, dan harga anjlok serendah-rendahnya saat musim panen tiba. Dan petani gurem. petani penggarap tinggal "gigit jari", utang lagi, utang lagi, untuk membeli benih dan pupuk, sementara harga jual penennya tidak mampu melunasi seluruh hutangnya alias "tekor".
    Kalau petaka seperti di atas justru terjadi di saat sekarang, maka Pak Ustads di kuliah Subuh berkata bahwa Rosul berpesan ;"kalau hari ini keadaannya lebih jelek dari hari kemarin,…maka mereka berada dalam keadaan merugi, seharusnya hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin". Naah,…..saya makin terkejut, dengan ulah petani kedelai di Demak atau sekitarnya, yang membakar sendiri hasil panen kedelainya lantaran harga di pasaran yang cuma "enam ribu rupiah" per kilo, jauh di bawah dari ongkos produksinya. Jengkel dengan kenyataan ini, mereka tega membakar bahan pangan yang sedang langka di pasaran. Kejengkelan para petani dan masyarakat kecil pengkonsumsi kedelai (tahu dan tempe) memang harus segera diakhiri, tidak hanya dengan "kata-kata", akan tetapi dengan fakta dan realita, agar tetap "dapat dipercaya", dan sokur-sokur ada yang digugu dan ditiru !!
    Mudah-mudahan pak Polisi kita dapat menemukan lagi gudang-gudang penimbunan bahan pangan lain, sehingga tidak keduluan oleh ulah spekulan penimbun bahan pangan, dengan cara mengalihkan ke tempat persembunyian lain. Pengalaman saya di tahun 1967-1968 saat menjadi aktivis Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) komisariat SMA Negeri 1 Kediri, direkrut oleh pihak "yang berwenang saat itu", untuk bersama-sama mengikuti operasi penggeledahan gudang-gudang bahan pangan milik cukong spekulan/penimbun beras di kota Kediri.
Hasil penggerebegan sungguh mengecewakan saya dan teman-teman avtivis KAPPI, karena tak sebutir beras pun ditemukan di dalam gudang pangan yang besar-besar itu. Hati saya dan teman-teman KAPPI serasa ter-"iris", melihat kenyataan di masyarakat sedang tidak ada beras (kalau ada harganya sedang melambung tinggi), sementara di gudang-gudang beras para cukong juga kosong. Mungkin rencana operasi ini sudah bocor (istilah teman saya "nggak bocor lagi, tapi sudah banjir), lalu disembunyikan dimana lagi beras-beras itu?.
Inilah perang sesungguhnya, perang informasi yang realistik, seperti sehari sebelum anak saya maju ujian skripsi yang membahas tentang diplomasi publik, Saya katakan bahwa yang dimaksud "perang" tidak hanya kekuatan senjata dalam menganeksasi atau menduduki suatu negara berdaulat yang lain saja, akan tetapi diplomasi publik dapat pula diperankan sebagai alat "perang" yang handal di era global seperti sekarang.
Tak seorangpun diantara kita di Indonesia, tahu adanya kemungkinan masalah mahalnya harga kedelai, gandum (terigu) serta jagung, juga menjadi alat diplomasi publik untuk menekan bangsa ini (ingat, Uni Sovyet berantakkan antara lain gara-gara diplomasi gandum dari AS dan Kanada). Apalagi situasi saat ini kondisi dalam negeri AS sedang menghangat, mengingat salah satu calon kandidat presiden dari partai Demokrat di Amerika Serikat (AS) ada yang bernama OBAMA, dan kebetulan seorang turunan kulit hitam yang pernah tinggal di Indonesia.
Terkait dengan peristiwa 11 September 2001, diperlukan penciptaan musuh bersama AS di dunia internasional, dan terpilih kambing hitamnya bernama OSAMA bin Laden. Sungguh suatu keberuntungan bagi OBAMA, karena saat tinggal di Indonesia bersama orang tuanya, dirinya tidak pernah diajak sowan menemui Susuhunan Paku Buwono XI (raja di kasunanan Surakarta Hadiningrat), sehingga tidak memiliki peluang menerima gelar kebangsawanan Raden.
Kalau hal itu terjadi maka nama sang kandidat akan berubah menjadi OBAMA bin Raden, yang dalam penjungkir-balikkan politik bisa diplesetkan menjadi OBAMA bin Laden, karena musuh nomor satu AS sudah pula langsung diganti namanya menjadi OSAMA bin Raden.
Permainan informasi publik (baca diplomasi publik) seperti inilah yang tidak mengherankan saya, karena lemah dan rendahnya kualitas pendidikan atau pengetahuan tentang diplomasi publik itu sendiri (terutama untuk menjadi seorang diplomat sejati melalui jalur pertama duta besar atau staf duta besar yang memiliki kekebalan dan kewenangan diplomatik ) seperti yang dicontohkan oleh adanya kebijakan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur, atau di Arab Saudi?.
     Kalimat penutup tulisan ini sengaja saya beri "tanda tanya", mengingat hasil akhirnya kita semua juga belum tahu bagaimana aturannya /pengaturannya /mengaturnya, kok ada kejadian yang dianggap "aneh" terhadap perlakuan anak bangsa yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) paling tidak di dua negara tersebut.

Mari kita bersabar dan bertawakal saja, alias mengikuti rasa hormat terhadap "azas praduga tak bersalah".


Blog EntryJan 21, '08 6:56 PM
for everyone

Beberapa minggu terakhir ini, headline di berbagai media tidak hanya memunculkan berita tentang perkembangan kesehatan Pak Harto, akan tetapi makanan kesukaan saya sejak kecil yang bernama "tempe" nimbrung popularitas dengan cara menghilang dari peredaran kesehariannya di pasar rakyat atau pasar tradisional.

Para wartawan yang tidak memperoleh tugas untuk meliput situasi di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), di Cendana, di Giribangun, di nDalem Kalitan langsung tancap gas mencari "tahu" perihal tempe. (kata "tahu" dalam suasana kisruhnya tempe dapat bermakna ganda, karena temannya tempe yang ikut hilang bersamanya juga bernama "tahu", ada tahu tempe, ada tahu Sumedang, ada tahu petis, and last but not least, sebagai orang yang lahir di Kediri saya pasti mengenal tahu takwa).

Perlu disimak, bahwa hilangnya si tempe dan tahu bukanlah masalah sepele, jangan-jangan memang ada yang membolak balik gorengan tahu, walaupun kita semua bakal tahu kalau tahu yang digoreng itu kalau dibalik (agar tidak gosong), jadinya ya tetap tahu. Beda dengan (maaf) pantat, kalau dibalik apa jadinya?.

Walhasil berita TV, tiga hari terakhir ini membeberkan hasil kerja teman-teman wartawan yang sukses mencari tahu penyebab hilangnya tempe dari singgasana lapak penjajaannya di pasar-pasar, karena melonjaknya harga bahan baku tempe yaitu kedelai yang tidak lagi mengenal peri kelezatan manusia, yaitu di atas 100%.

Bulan lalu harga kedelai berkisar tiga ribu lima ratus rupiah per kilo, dan saat ini sudah berada di atas level harga tujuh ribu rupiah per kilo. Walaupun para pengusaha kecil tahu dan tempe sudah mensiasati agar produksinya jalan terus dengan cara mereduksi besarnya potongan-potongan tahu dan tempe sehingga menjadi lebih kecil dan harganya dinaikkan sedikit ke atas, namun tetap tekor alias rugi juga. Saking geramnya, sekelompok pengusaha kecil tahu dan tempe di kota Banyuwangi beramai-ramai melakukan "swiping" kepada semua kendaraan yang mencoba mengangkut dan membawa masuk produksi tahu dan tempe dari luar kota, karena dianggap tidak solider dengan harga di bawah biaya produksi nyata. "Weleh-weleh, wong tempe saja kok diobrak abrik melalui harga kedelai, gimana ini juntrungannya?", gerutu saya. Kalau ada pertanyaan kepada para importir kedelai (karena memang selama ini kita selalu mengimpor kedelai dari luar negeri), pasti jawaban klisenya muncul "karena harga kedelai di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat memang sudah tinggi (naik)". Sama halnya dengan jawaban yang diterima para peternak gurem ayam ras, yang kelimpungan menghadapi kenaikan harga pakan, sementara harga ayam potongnya ikut turun gara-gara berita "flu burung yang tak kunjung mereda". Alasan produsen pakan ayam juga sama klasiknya yaitu "harga pakan ayam naik karena harga jagung (sebagai bahan baku utama pakan) di luar negeri terutama di Amerika Serikat, juga naik, sehingga kami juga ikut menaikkan harga pakan ayam untuk para peternak ayam kelas gurem". Catatan Departemen Pertanian menyangkut kebutuhan kedelai kita per tahun, sekitar 2.000.000 ton per tahun, sedang produksi kedelai dalam negeri kita maksimum hanya 900 ton per tahun. Di Negara-negara sub tropis tingkat produktivitas panen kedelai per hektar bisa mencapai 4 ton, sementara petani kita hanya mampu menghasilkan panenan 1,3 ton per hektar, sehingga kran impor masih terus menganga. Sementara impor kedelai dari Amerika Serikat juga perlu diwaspadai, karena produk agro mereka menggunakan teknologi "Genetic Engineering" dengan manipulasi faktor basa Nitrogen di dalam rangkaian Asam Deoxyribo Nucleat beserta derivatnya, yang tidak lagi bersifat alamiah, belum lagi faktor kimiawi yang berperan sebagai pemompa proses pertumbuhan. Kalau kita jujur sebagai orang yang berpikir jernih, menentang hukum alam (sunatullah) telah dicatat peristiwanya oleh sejarah perdaban kehidupan, ternyata jauh lebih banyak kegagalannya dibanding manfaat yang bisa diperolehnya. Mendaruratkan diri dengan sengaja tentulah bukan suatu "kebijakan yang bijaksana" akan tetapi "kebijakan yang cuma bijak disini atau disitu" ("bijaksini dan bijaksitu") tergantung siapa yang mau disenangkan.

Masalah tempe bukan lagi sesederhana seperti di masa lalu, karena sudah menyangkut masalah harga di pasar internasional sehingga sudah menjadi komoditas global.Saya jadi ingat soal hak patent tempe itu sendiri yang memang sudah didaftarkan oleh Jepang di Kantor Patent New York AS. Saatnya tiba kelak (mungkin sesuai kesepakatan di dalam WTO yang sudah kita ratifikasi), walaupun soal bahan baku kedelai suatu saat tersedia dengan melimpah, (jangan-jangan) saya juga tidak semudah dulu lagi makan tempe, karena harus membayar "fee" terlebih dahulu kepada pemegang patent tempe.

Sekarang, memang TEMPO-nya TEMPE untuk ikut berlaga mencari perhatian publik, atau memang sang tempe kembali dijadikan komoditas politik oleh sekelompok orang tertentu agar kiblat media tidak fokus disatu arah yaitu RSPP. He..he..saya tidak bermaksud mengingat-ingat ada tidaknya hubungan TEMPO dan TEMPE, karena enaknya tempe walaupun tanpa promosi wisata kuliner, TEMPO KAPAN SAJA TEMPE TETAP ENAK DIMAKAN DAN PERLU, jadi tempe tetaplah "uueenaaak tenaaan…dan ..mak nyuuus’ walaupun TEMPO-TEMPO harganya mahal seperti saat sekarang.

Lho kenapa tempe dan tahu yang jadi sasaran?, Apakah tidak dipikir panjang bahwa kelangkaan kedelai akan menyebabkan sekian banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para kuli dan pekerja kelas bawah di pabrik/ home industri tempe dan tahu itu sendiri?. Tidak saja Bung Karno yang marah dengan semangat patriotisme bangsanya, sehingga berpesan "jangan jadi bangsa tempe", akan tetapi kita dulu juga marah, diledek sporter kesebelasan Singapor dengan kalimat "gara-gara terlalu banyak makan tempe sehingga kesebelasan PSSI "Garuda" yang dimotori Iswadi Idris dan kawan-kawan pulang ke tanah air, tidak membawa piala kejuaraan.

Inilah nasibnya tempe, sebagai makanan (yang dianggap) kecil dan sepele karena dikonsumsi oleh masyarakat bawah dan berimplikasi hanya pada rakyat miskin. Akan tetapi hendaklah selalu diingat bahwa masalah-masalah besar yang menimpa semua bangsa di dunia, berasal dari akumulasi masalah masalah (yang dianggap) sepele sebelumnya. Buktinya para pekerja yang terkena dan terancam PHK serta para pengusaha gurem dari industri tempe sudah hilang kesabarannya dan berdemo di depan Istana Negara. Mereka yang berdemo adalah pemakan tempe, dan pasti rakyat kecil yang tidak atau belum mampu membeli lauk selain tempe (karena memang dulu harganya murah).

Mari kita bersama-sama waspada,…….karena Maslow telah mengingatkan kita, bahwa urusan perut bagi si miskin, memang nomor satu!. Mudah-mudahan penerima amanah untuk urusan perdagangan tempe di negeri ini segera dapat mengakhiri krisis kedelai di tanah air, dan tidak sekedar mensosialisasikan pemberian bibit unggul kedelai sebanyak 8000 ton bagi petani penggarap di 30 provinsi, sehingga bisa memenuhi lahan palawija kedelai seluas hampir 200 hektar areal tanah pertanian, tapi setelah harga kedelai di pasaran tak lagi mampu dikendalikan. Dan kita menungu dan menunggu lagi petaka pangan (terigu, minyak goreng curah dan apalagi membabibuta harganya di pasaran), kemudian si miskin menjeriiit,....baru muncul "kebijakan". Dan muncul alasan klasik lagi, kenaikan harga pangan kita naik ini gara-gara harga pangan dari Amerika Serikat juga naik????. Belum lagi fenomena yang terjadi dan kita semua tahu, akan tetapi ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang lari agar tidak terseret untuk dinyatakan tahu, dan adapula yang memang tahu akan tetapi tidak mampu berbuat apapun untuk menindaklanjuti sesuai dengan kapasitasnya sebagai bagian dari bangsa merdeka!. Ibarat banjir sudah menghabiskan seluruh harta masyarakat yang tertimpa, baru kita sadari bahwa fungsi Polisi Kehutanan kita, memang mandul (tak terlindungi secara hukum) karena saat menemukan area pembalakan besar-besaran di tengah hutan, mereka justru ketakutan.

"Statemen terbuka" dari pimpinan negara yang mengatakan pemberlakuan Bebas Bea Masuk Impor kedelai dari luar negeri, walaupun diragukan memiliki pengaruh terhadap penurunan harga kedelai dalam waktu dekat, hendaknya BENAR-BENAR DAPAT DILAKSANAKAN DI LAPANGAN, sehingga jangan sampai berdampak negatif pada KEBERSAMAAN yang sedang dibangun dan mulai menampakkan wujudnya.

"Sebaiknya" (kalau saya memenag tidak diijinkan menggunakan kata "semestinya") para petani kedelai memperoleh jaminan, bahwa pada tiga atau empat bulan mendatang, saat musim panen kedelai secara nasional tiba, maka harga kedelai di pasaran dapat relatif stabil, sehingga petani gurem dapat menikmati hasilnya secara wajar.

Memang, sekarang TEMPO-nya TEMPE meminta perhatian.

Jakarta, pertengahan  Januari 2008 Darsana Setiawan, e-mail darssetia@yahoo.co.id

Weblog : http://omson.blogspot.com/ atau http://edukasipress.wordpress.com/


Blog EntryJan 6, '08 9:13 PM
for everyone

Tulisan ini saya munculkan kembali (bersumber utama dari download e-psikologi/ Johanes Papu), setelah untuk keduakalinya Saya diminta untuk memberikan solusi dan pencerahan pada satu lembaga/usaha, yang berada dalam tahapan ”storming” pada teamworknya. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pengantar ;

Dari setiap aktivitas kehidupan sosial kemasyarakatan yang kita lakukan, tak satupun dapat luput dari proses interaksi dengan sesama. Sesederhana apapun upaya untuk mencapai tujuan, selalu  melibatkan orang lain untuk memadu keinginan serta harapan. Hal inilah yang kita maknai sebagai upaya mengelola (memenej) suatu kerjasama sekelompok individu (organisasi). 

Kerjasama antar individu yang diatur dalam suatu organisasi, membutuhkan  keterpaduan pemahaman serta tindakan sesuai dengan hirarki tugas masing-masing individu baik secara makro (sebagai akumulasi keseluruhan  populasi dalam organisasi), maupun secara mikro (sebagai bagian kecil instrumentasi makronya) membutuhkan suatu Teamwork, yang berfungsi untuk melaksanakan setiap tugas organisasi maupun  peran solutor yang dibutuhkan. Teamwork yang solid akan memudahkan manajemen dalam mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Namun demikian untuk membentuk sebuah team yang solid dibutuhkan komitment tinggi dari setiappersonel penyusun organisasi.

Suatu hal yang sangat penting di dalam teamwork adalah kapasitas setiap individu sebagai suatu sumber daya yang secara terus menerus selalu dibina dan dikembangkan, sehingga selalu melahirkan kinerja yang selain produktif juga inovatif ( Continous improvement). Proses pembentukkan, pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari setiap personel anggota team tersebut, sehingga terjalin integrasi kerja sesuai dengan pelaksanaan misi yang diharapkan bersama.

Pengertian Teamwork;

Secara umum teamwork dapat diartikan oleh Johanes Papu dari Team e-psikologi sebagai ”kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan”. Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota kelompok. 

Ketika seseorang bekerja didalam kelompok (team), akan ada dua isu yang muncul. Pertama adalah adanya ”tugas-tugas (task)” dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.  Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian team. Kedua adalah ”proses” yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain.  Dengan kata lain proses menunjuk pada semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh anggota, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam kelompok itu.

Tanpa memperhatikan ”proses” maka sebuah teamwork tidak akan memiliki nilai apa-apa bagi suatu organisasi (perusahaan, lembaga, perserikatan) dan hanya akan menjadi sumber masalah dalam pembentukan sebuah teamwork.  Sebaliknya jika ”proses” tersebut ada dan berjalan di dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka potensi/kinerja/performance setiap individu  akan terus meningkat, karena akan mendapat dukungan dari proses interaksi, baik secara teknis maupun moral.

Alasan Diperlukannya Teamwork ;

Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menampung serta menggabungkan berbagai bakat,kecerdasan,talenta dari setiap individu, sehingga  dapat memberikan solusi inovatif setiapsaat diperlkan. Selain itu perpaduan dari ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam dari suatu teamwork, diyakini memiliki potensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan seorang individu yang brilian sekalipun. 

Sebuah team bila sudah berjalan, secara otomaticly akan menjadi suatu unit yang mengatur dirinya sendiri,secara rithmis. Rentangan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki setiap anggota team dan ”self monitoring" yang ditunjukkan oleh masing-masing angota team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan tanggungjawab yang lebih besar.

Bahkan ketika suatu masalah bila diputuskan secara bersama dengan melibatkan teamwork, akan memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut antara lain:

·         pertama keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi team dalam pelaksanaanya.

·        Kedua, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.

·        Ketiga, keputusan bersama akan mengikat setiap individu yang terlibat untuk merasa  ikut memiliki (sense of belonging) serta merasa ikut bertanggung jawab (sense of responsibility).

Pandangan lain  dari perspektif individu, dapat dimaknai bahwa dengan masuknya seseorang ke dalam suatu kelompok (team) maka hal tersebut akan  menambah semangat juang/motivasinya   untuk berprestasi, yang mungkin justru tidak akan pernah dapat dicapai bila dikerjakan seorang diri . Kepercayaan dan kesediaan untuk bekerjasama dalam suatu temwork selain akan meningkatkan harga diri dan  rasa percaya diri (self confident),  juga akan mendorong setiap anggota team untuk menghormati  wewenang dan tanggungjawab masing-masing individu, sesuai dengan kesepakatan dan kesepahaman bersama.

Siklus Perkembangan Suatu Teamwork

Secara umum perkembangan suatu team dapat dibagi dalam 4 tahapan: 

·         Forming, adalah suatu tahapan disaat para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu team. Karena kelompok / team baru saja  dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali team yang sudah dipilih ketua/pimpinan kelompoknya terlebih dahulu). 

·         Storming, adalah tahapan dimana intrik/saling curiga mulai timbul di dalam team. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengusulkan dan atau mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi, semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang dalam team tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka. 

·         Norming, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub-group yang ada dalam team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu semua orang mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.

·         Performing. Tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi/ kinerja yang ditunjukkan.

Ketrampilan Yang Diperlukan Setiap Anggota Teamwork

Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:

·         Ketrampilan manajerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.

·         Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain secara baik dan positif. 

Dengan menjadi anggota suatu organisasi/lembaga/perserikatan atau perusahaan maka secara tidak langsung diri kita masing-masing dituntut untuk mempersiapkan diri dengan memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti tersebut di atas.

Sudahkah kita memenuhi kelayakan menjadi bagian dari anggota Teamwork yang akan Performing?, jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing, apakah ada kesediaan diri untuk berubah mejadi lebih baik, atau hanya bertahan terhadap harga diri yang tidak punya arti alias gengsi. Kalau yang terakhir ini menjadi pilihan, maka ”tunggulah saat kehancurannya”!.

 

Akhirnya,  harus kita sadari bersama bahwa di dalam suatu organisasi lembaga/persyarikatan/usaha yang dibutuhkan bukanlah seorang SUPER MAN akan tetapi SUPER TEAM atau bahkan SUPER DREAM TEAM untuk mensukseskan tugas dan tanggung jawabnya.

 

 

Sumber : http://darsanas.multiply.com &  Johanes Papu  Team e-psikologi


Photo AlbumAl I'tiraafJan 6, '08 9:09 AM
for everyone

• Ya Allah hamba tidak pantas memasuki sorga Mu,
• Tetapi hamba tidak tahan terhadap siksa api neraka Mu.
• Karenanya berikanlah ampunan serta hapuskanlah dosa-dosa hamba,
• Karena sesungguhnya hanya Engkau Yang Maha Pengampun dan Yang Maha Agung.

• Dosa-dosa hamba bagaikan hamparan butiran pasir,
• Maka berikan ampunan Mu, wahai Yang Maha Agung
• Sementara usia hamba berkurang setiap hari,
• Sedang dosa-dosa hamba terus bertambah, bagaimana hamba bisa menanggungnya.

• Ya Allah hambaMu yang penuh maksiat datang bersimpuh kehadapanMu,
• Dengan menyadari dosa-dosanya, dan sangat berharap ampunanMu.
• Tetapi jika Kau tolak, maka kepada siapa hamba bisa berharap selain kepadaMu,
• Jika Kau ampuni, maka memang pantas Engkau melakukannya, karena memang Engkau Yang Maha Kuasa untuk memilih kepada hambaMu yang mana yang ingin Engkau beri ampunan.

• Astaghfirullah haladziim, ampuni segala dosa dan kesalahan hamba ya Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Cijantoeng, 6 Januari 2007 bertepatan dengan 27 Dzulhijah 1428 H

Blog EntryDec 24, '07 7:50 PM
for everyone

Pengantar                                                                            

Saat kita menghadapi suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan (dicarikan solusinya), seringkali perasaan di dalam diri kita mem-vonis bahwa seluruh hidup kita ini seolah sudah berakhir pula. Apalagi masalah tersebut senantiasa menghantui pikiran kita, kapan saja, dimana saja. Masalah yang tak terselesaikan tersebut bahkan  tidak lagi mengenal waktu dan tempat terus mengikuti diri kita bagaikan bayang-bayang yang melekat.

Ilmu pengetahuan tentang manusia dan perilakunya (Psikologi) mendeskripsikan hal tersebut sebagai suatu kondisi diri yang tertekan (stress), dan solusi awal terbaiknya disarankan untuk memulai mengenal  diri sendiri yang sedang menghadapi tekanan tersebut. Uraian berikut akan membahas bagian dalam diri kita yang sangat berperan terhadap kemampuan daya tahan  terhadap segala macam tekanan dari dalam maupun luar tubuh kita, yaitu Hati

Hati yang akan kita bahas, bukanlah “hati” dalam pengertian anatomi maupun fisiologi  tubuh kita, yang dalam bahasa biologi/latin-nya disebut hepar. Hati yang menjadi topik bahasan kita kali ini tidak lain adalah hati dalam jangkauan psikologi atau jiwa seseorang, dan lebih populer kita sebut sebagai hati nurani atau kalbu/qolbu.                                       

Hati merupakan bagian yang sangat esensial dalam diri manusia, karena rekaman aktivitas Hati ini, selain akan menjadi data faktual, juga akan menjadi bagian dari alat bukti sebagai pendukung dari tanggung jawab yang akan dilakukan kelak di padang mahsyar (akhirat), sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya." (Al-Isra: 36).

Hati selain menjadi penentu identitas perilaku dan atau perbuatan seseorang, hati menjadi kunci utama dan pertama yang akan membuka tabir seluruh episode langkah kehidupan kita di dunia, mengingat seluruh organ tubuh kita dikendalikan oleh kehendak hati. "Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berikut kita deskripsikan beberapa pemahaman tentang hati yang bersumber dari beberapa akumulasi pemikiran, dan mungkin akan menjadi lebih lengkap manakala para pembaca tulisan ini berkontribusi secara aktif serta positif.

1. Hati yang mati                                                                

Yaitu hati yang tidak mengenal apalagi memahami  Rabbnya (pencipta sekaligus penguasa terhadap dirinya). Hati yang telah mati, selalu mengajak diri ini agar tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, namun selalu menuntut agar dirinya selalu memeperoleh apa saja yang diinginkannya, bahkan menuntut pula agar selalu dicintaiNya. Hati yang mati mendorong diri ini agar selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya, serta larut dalam kenikmatan maupun hingar bingarnya kehidupan semu duniawi, walaupun ia tahu bahwa hal itu sangat dimurkai  dan dibenci oleh Allah.  Seseorang dengan hati yang telah mati, akan melupakan tugas kuwajibannya untuk mencari keridhaan Allah, serta menjauhi laranganNya. Tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu dirinya justru  menghamba kepada selain Allah, yaitu hawa nafsu diniawinya (nafsu kemurkaan, nafsu keserakahan, nafsu kedengkian maupun nafsu birahi syahwat seksual radikalnya).

Seseorang yang hatinya mati;                                                                               Apabila ia mencintai, maka cintanya karena nafsunya.                                       Apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya.                                      Apabila ia memberi maka pemberian itu karena nafsunya.                                Apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya,

Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi penasehat pribadinya, dan kelalaian sebagai tunggangan untuk memenuhi ambisinya. Pikirannya secara mutlak terobsesi hanya untuk mendapatkan serta memenuhi keinginan dunia semata. Harta kekayaan, kekuasaan dan kekuatan adalah sesembahan yang terus akan dipertahankannya selama mungkin. Sehingga dengan cara apapun tujuan akhir hidupnya yang menghamba kepada kenikmatan duniawi tersebut akan terus dilestarikan bahkan juga dibudayakan melalui pembenaran “sakral”.

Seseorang yang mati hatinya, tidak pernah meminta kepada Allah, karena bukan lagi Allah yang menjadi orientasi hidup serta kehidupan dirinya. Tidak pula pribadi dengan hati yang mati, membutuhkan nasehat-nasehat dari hamba Allah yang sholeh/sholechah, karena memang dirinya sedang terlena mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya.

Bersahabat dengan seseorang yang hatinya telah mati, haruslah sangat berhati-hati atau lebih baik tidak berkomunikasi dalam tataran “sahabat” apalagi “sochib/sahabat dekat”, karena pada akhirnya hanya akan mencelakakan kita. Berkawan dengan seseorang yang hatinya beku (mati), akan melahirkan bangunan kerjasama untuk mensukseskan proyek-proyek maksiatnya, dan bercengkerama  dengannya akan menyeret kita untuk mengimbangi  dan mengkonsumsi isi cengkerama yang menjauhkan kita dari kesucian diri yang menjadi modal kedekatan kita dengan Allah SWT.

2. Hati Yang Sakit                                                            

Adalah hati yang “hidup dalam keadaan sakit”/ “hati yang ragu-bingung/ hati yang mendua”, yaitu hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah di satu sisi, tetapi sering pula berbuat maksiat, dan kadangkala haram dan halal saling dibenturkan untuk mengalahkan keduanya, bahkan diupayakan untuk saling diintegrasikan untuk menutupi tindakan maksiat dengan kulit (cover) ibadah.  Seseorang yang sedang “sakit” hatinya seperti ini lebih sering kita sebut sebagai pendusta agama.

Hati yang “sakit” dapat pula diekspresikan oleh seseorang dengan mencintai Allah, beriman kepadaNya beribadah kepadaNya dan tawakkal juga kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya, akan tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat duniawinya  serta berusaha untuk meraihnya, menikmatinya dan mendapatkannya serta mempertahankannya. Hati, bagaimanapun kondisinya akan sangat menentukan nilai serta makna dalam beribadah kepada Allah. Keraguan dan kebingungan hati, akan menyebabkan seseorang terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan kekal di akhirat serta keinginan untuk mendapatkan dan mempertahankan selama mungkin, gemerlapnya kehidupan dunia.

Agama tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk melakukan bargaining terhadap defraksi “hitam” (haram) atau “putih” (halal)nya ketentuan amal ibadah kepada Allah, sehingga tercipta nuansa baru “abu-abu” nya keinginan dan egoisme manusia. Itulah Standar Kualitas (Quality Standard) yang diajarkan Allah kepada kita tentang “Mutu Keimanan” seorang hamba kepada pencitanya yaitu Allah SWT.   

3. Hati yang “sehat/selamat”                                                    

Hati yang sehat tidak hanya terbebas dari berbagai penyakit hati, akan tetapi juga terbebas dari hati yang ragu apalagi hati yang menduakan Allah SWT. Hati yang sehat sangat tahu dan sadar bahwa kecintaannya terhadap Allah tidak dapat ditukar dengan apapun juga. Tidak pula dapat digantikan dengan kecintaan kepada istri ataupun anak-anaknya, bahkan oleh seluruh hartanya sekalipun!. Hati yang selamat (sehat) tidak pernah mengenal konformitas, kecuali hanya menjalankan perintah Allah dengan ikhlas, semata-mata mencari ridhonya Allah.                                                                                  Firman Allah: "(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (Asy-Syura: 88-89).

Ayat tersebut di atas sangat menarik untuk kita bahas, mengingat  hampir seluruh waktu, peluang, kesempatan dari hidup dan kehidupan kita, ternyata dapat terpeleset pada penghambaan kepada selain Allah. Harta benda yang kita buru dan kita kejar-kejar setiap saat (pagi, siang, sore bahkan sampai malam dan pagi lagi), juga anak laki-laki kita yang sukses secara materiel dan sangat dibanggakan oleh keluarga kita, semuanya itu tidak akan memberi manfaat, kecuali siapapun yang datang menghadap Allah dengan membawa hati yang selamat.                                                                         Hati yang selamat yaitu hati yang terbebas dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, bahkan juga terbebas dari semua syubhat yang memalingkan diri dari kebenaran yang diakui oleh hati nurani. Esensi hati yang selamat adalah hati yang mengendalikan dan mengatur secara rithmis perjalanan dari peribadatan dan penghambaan diri kita secara total dan tanpa kompromi negatif (tidak melakukan tawar menawar) terhadap perintah Allah.

Hati yang selamat juga merupakan hati “berserah diri hanya kepada Allah”, yaitu hati yang terbebas dari hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah qurbannya dalam bentuk hewan sembelihan, takutnya, taatnya, diikhlaskannya semua  hanya untuk Sang Pencipta Yang Maha Pemberi Kasih Sayang yaitu Allah SWT.

Apabila ia mencintai, maka cintanya karena Allah,
apabila ia membenci, maka bencinya karena Allah,
apabila ia memberi, maka memberinya karena Allah,
apabila menolak, maka menolaknya karena Allah.

Dan sesuai dengan pengakuan kita dalam mengimani  keislaman kita, maka juga menjadi kuwajiban kita mengikuti jejak langkah serta pesan maupun ungkapan Muhammad Rasulullah SAW.                                                                                                                    
Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1).

Penutup                                                                     

Kebebasan hati nurani/qalbu untuk memilih memang sangat terbuka, namun harus dipertanggung-jawabkan secara elegant, apapun pilihan itu, apakah hati yang mati, hati yang sakit ataupun hati yang sehat/selamat.

Hanya ajaran syetan yang menganut faham “bebas berbuat tanpa batas” dan “tak perlu pertanggung jawaban apapun”, karena memang syetan telah dengan sadar dan sengaja MENOLAK PERINTAH ALLAH untuk bersujud kepada Adam,A.S. Refleksi sikap syetan adalah iri hati serta dengki (hati yang mati).                               Jangan pula kita mengulangi kekeliruan yang pernah terjadi sehingga menyebabkan kemurkaan Tuhan, dengan menurunkan Adam,A.S  serta Ibu Hawa/Eva/Iff dari sorga ke bumi, melalui pelanggaran terhadap aturan Tuhan.

Bencana alam yang terjadi di bumi kita yang hanya satu ini, terlebih disebabkan oleh kehendak dan keinginan manusia yang secara sadar maupun tidak sadar telah melanggar aturan Tuhan dengan cara merusak keseimbangan alam (berupa pembalakan hutan, penambangan alam yang tidak mengikuti kaidah moral dan hati nurani). Pemanasan global (global warming) sudah kita sadari bersama sebagai akibat tingginya emisi gas buang, apalagi emisi dari sisa pembakaran energi alam yang tak dapat diperbaharui (unrenewable resources). Lubang Ozon (damage in the Ozone layer) yang mengancam kehidupan, juga telah menyadarkan seluruh bangsa di dunia, sebagai akibat dari penggunaan ChloroFluoroCarbon (CFC) yang tak terkendali dalam bentuk-bentuk kenikmatan sesaat dari freon mesin pendingin (Air Conditioning/AC) sampai ke berbagai “spray”  yang kita gunakan. “Efek rumah kaca” telah pula menghantui umat manusia, karena kenaikan secara bertahap tapi pasti dari suhu udara, pasti akan berpengaruh negatif terhadap kondisi kehidupan di bumi ini.

Agama yang telah diberikan Allah untuk menyelamatkan kehidupan hambaNYa, memang diperuntukkan kepada mereka yang berpikir (saja). Tidak satupun perintah Tuhan diwajibkan kepada hambaNya yang tidak mampu berpikir, dan Allah Maha Tahu serta Maha Pengasih kepada seluruh hamba yang diciptakanNya, kecuali mereka sendiri yang menganiaya dirinya dengan meninggalkan Tuhan yang menciptakannya.                  Pikiran untuk menolak atau menjalankan perintah Allah tersebut dikendalikan oleh Hati/Nurani/Qalbu kita. Pikiran untuk melanggar aturan Tuhan atau melaksanakan aturan Tuhan juga dikendalikan oleh Hati/Nurani/Qalbu kita. Manakala kita mendekati Allah dengan dua atau tiga langkah melalui ibadah yang khusyu’, maka Allah akan mendekati kita dengan empat atau lima langkah kearah kita. Manakala kita merasakan kedekatan Allah sebegitu dekatnya dengan diri kita, maka Allah ternyata berada lebih dekat dari urat nadi kita. Lalu dimana Allah saat itu berada?. InsyaAllah ada di dalam Hati/Nurani/Qalbu kita sendiri.  Pencarian keberadaan Tuhan di dalam hati yang bersih, sehat dan selamat memang tidak mengenal ruang dan waktu, karena  kuasa Allah sendiri memang terbebas dari keterbatasan ruang dan waktu. Allah Maha Murah, mari berbaik sangka (ber-chusnudhlon) kepada Allah, sehingga  saat kita merasa berada dalam kesendirian dengan hati yang bersih, sehat dan selamat, maka sebenarnya Allah ada di dekat kita, bahkan ada di dalam Hati kita. Pada saat itulah kita mengadu kepadaNya, memohon kepadaNya agar kita dibebaskan dari seluruh masalah yang kita hadapi, dengan cara berserah diri sepenuhnya hanya kepada Allah SWT. Insya Allah hati yang bersih, sehat dan selamat akan menjadi pintu gerbang kita untuk senantiasa hidup di dalam kasih sayang dan cintanya Allah SWT. Amien ya roballalamien.

Source : berbagai referensi, termasuk dari alumni ESQ di Yahoo group.


Photo AlbumIDUL ADHA HARI QURBANDec 22, '07 6:41 PM
for everyone

Nabi Ibrahim as, memperoleh isyarat dari Allah SWT melalui mimpinya, agar menyembelih putra pertama yang sangat disayanginya yaitu Ismail. Nabi Ibrahim berada di dalam suatu pilihan yang dilematis. Satu sisi "Ismail" adalah putra yang telah lama didambakannya, dan terlahir dari istri keduanya yaitu Siti Hajar, karena setelah sekian lama pernikahannya dengan Siti Sarah (istri pertamanya) tak jua kunjung datang putra yang didambakannya.
Memenuhi perintah Allah yang berarti mencintai Allah, atau menuruti keinginan hatinya mencintai "Ismail"?.
Saat yang kritis itu mulai "cair" ketika niatan untuk menjalankan perintah Allah itu disampaikan kepada "Ismail" yang malah memberikan dukungan agar ayahnya (Ibrahim), memenuhi perintah Allah dengan berkata "wahai ayahanda, kerjakanlah perintah Allah, semoga engkau termasuk orang-orang yang sabar di sisi Allah SWT".
Lalu siapa "Ismail" yang sekarang harus kita kurbankan? Tentulah bukan anak-anak kita yang kita sayangi (yaitu anak sebagi titipan dari yang sangat kita cintai yaitu Allah, Sang Pemilik, Sang Maha Rochman dan Rochim), karena Allah telah mengganti "Ismail" dengan hewan Kurban.
Lalu apa sebenarnya yang kita kurbankan dalam kehidupan keseharian, setelah kita menyembelih hewan kurban karena mencari keridhaan Allah?. Tidak lain adalah mengorbakan egoisme kita, mengorbankan ketamakkan kita, mengorbankan dan menyembelih sifat-sifat kebinatangan kita.
Korbankanlah cinta yang menggelora terhadap HARTA-BENDA, KEDUDUKAN, POPULARITAS dan PUJIAN DUNIAWI SEMATA. Karena mencintai Allah dengan mengerjakan perintahNya (dan tidak melanggar laranganNya) adalah hakekat sebenarnya dari esensi kemanusiaan dihadapan Tuhannya. Setan memiliki satu kesalahan dasar yaitu MENOLAK PERINTAH ALLAH, dan Adam a.s sebagai awal dari kehidupan individu manusia, pernah berbuat salah dengan MELANGGAR LARANGAN ALLAH. Sedangkan Allah tidak menciptakan manusia seperti setan atau seperti malaikat, karena Tuhan memberikan KEBEBASAN YANG AMAT MERDEKA untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.
Akankah kita memilih untuk menolak perintah Allah, atau kita akan memilih untuk senantiasa menjalankan perintah Allah (dengan tidak melanggar laranganNya)?.
Semoga kita memperoleh hidayahNya, untuk menjadi hamba yang selalu mencintaiNya dan dicintaiNya, Amien.

source:pesan moral ibadah Haji, KH.M.Rusli Amin,MA.

LinkDec 22, '07 6:25 PM
for everyone
Link: http://erwesepoeloeh.blogspot.com/

Aktivitas Sosial-Kemasyarakatan yang Religius, berorientasi pada kehidupan bersama dan bersendikan kerukunan.

Blog EntryDec 22, '07 6:22 PM
for everyone

Sejarah manusia sudah mengalami beberapa kali perubahan cara hidup karena penemuan-penemuan di bidang energi dan teknologi. Pada era 50-an, khususnya di Amerika Serikat terjadi perubahan gaya hidup, yakni masyarakat industri berubah menjadi masyarakat informasi. Akibat dari perubahan itu Amerika harus memindahkan labour intensive industry-nya ke negara-negara lain seperti Jerman Barat dan Jepang.
Tak lama Jepang pun mengalami hal yang sama sehingga harus memindahkan industrinya ke Hong Kong, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan. Dan ketika negara-negara tersebut menjadi macan Asia, mereka pun mengalami perubahan struktural dalam masyarakatnya sehingga perlu memindahkan industrinya ke RRC dan negara-negara ASEAN.


Perpindahan industri ini menimbulkan investasi silang antarbangsa dan menimbulkan pula apa yang disebut dengan Asia-Euro-Dolar. Inilah era globalisasi!!!. Dengan era globalisasi sedemikian ini timbul suatu ketergantungan antar suatu negara dengan negara lain. Kondisi tersebut meningkatkan hubungan perekonomian dan perdagangan sehingga dibutuhkan peraturan permainan ekonomi internasional yang baru (yang mampu mendukung kebutuhan dan tuntutan interdependency sekaligus independency).

Paling tidak, ada tiga perjanjian penting yang muncul pada 1994, yaitu GATT, WTO, dan APEC. Kalau ketiga organisasi internasional ini dihubungakan dengan organisasi lain seperti World Bank, IMF, ADB, Uni Eropa, AFTA, dan NAFTA, maka akan semakin jelas kalau organisasi-organisasi international ini semakin berperan penting menggantikan peranan pemerintah individu di dunia. Di sinilah dunia akan memasuki era globalisasi tanpa batas negara (borderless).

Sementara itu pada saat yang bersamaan dunia sedang menyaksikan terjadinya revolusi mata uang. Sebagai contoh, setiap hari terjadi transaksi foreign exchange (forex) lebih dari US$ 800 miliar, tetapi hanya sekitar US$10 miliar yang memiliki kaitan dengan fungsi alat pembayaran. Sisanya, 90,85 persen tidak ada hubungannya dengan fungsi alat pembayaran, tetapi berhubungan dengan barang dagangan. Kalau sudah menjadi barang dagangan tentu timbul pasar derivatif.

”Derivatif itu sifatnya spekulatif, sementara spekulatif itu adalah perjudian (gambling). Dengan demikian timbullah suatu kasino yang besar dan kuat di dunia. ”Sadar atau tidak sadar, senang atau tidak senang, siap atau tidak siap, kita sudah terlibat di dalam perjudian setiap hari,” kata Mochtar Ryadi * (yang pernah menjadi Chairman Asian Banker Association pada 1992, dan sekarang adalah pemilik Lippo Group dengan lebih 50 perusahaan yang tersebar di seantero dunia). Jumlah transaksi yang begitu besar, sekalipun lima negara maju menggabungkan forex reserve-nya tidak akan sanggup mengalahkan jumlah transaksi forex dalam sehari. Ini berarti tidak ada satu negara di dunia ini yang bisa memberikan counter exchange terhadap spekulasi.

Dua revolusi, revolusi teknologi yang dicerminkan dengan sistem super highway dan revolusi keuangan yang begitu cepat mutasinya membawa manusia kepada situasi yang serba cepat, serba berubah, serba tidak mantap, dan serba tidak pasti. Oleh karena itu, suatu bangsa atau suatu perusahaan harus memberikan reaksi yang cepat, kalau tidak bangsa atau perusahaan itu akan menghadapi masalah dan tekanan dari perubahan yang terjadi.

Source: Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), Rpr SH-audrey g. Tangkudung.    * Mochtar Riady, pernah mengenyam pendidikan di The Eastern College, Chung Yang University, Nanking, RRC, senang membaca buku Peter Drucker dan Prof Freeman, memperoleh gelar Doctor of Laws dari Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat dan pernah menjadi pembicara tamu di Universitas Harvard (perguruan Tinggi Terbaik 2006 versi Times Higher Education).

Photo AlbumPENDIDIKAN HUMANISDec 13, '07 3:05 AM
for everyone

Sistem Pendidikan Indonesia sedang berproses menuju cara pandang baru (New Paradigm) yang lebih humanis (dengan mengedepankan hak-hak pembelajar) serta lebih demokratis, namun sekaligus juga lebih berorientasi pada perkembangan ICT (Information-Communication and Technologie).
Soedjatmoko, sebagai tokoh Humanitarianisme, dalam S.Masruri (2005), mengungkapkan ; perlunya kita semua menghindari ekses moral dari tekanan ICT yang hampir tak terkendali, dengan cara melibatkan banyak pihak yang peduli (kaum agamawan dan kaum budayawan) untuk secara bersama membangun sistem pendidikan yang didinginkan.
Melalui sistem pendidikan yang seperti itu diharapkan manusia dan masyarakat Indonesia terdidik, akan menjadi manusia yang “serba tahu” (well informmed0 , memiliki komitmen yang tinggi (well commited), yang mampu menerapkan long life learning disertai kesadaran yang tinggi tentang keadilan sosial.
Untuk mewujudkan upaya pembaharuan sistem pendidikan yang humanis, menuntut berbagai pendekatan yang inovatif untuk memperluas proses belajar yang mampu menembus “tembok besar konvensional”. Patut disayangkan bahwa dari beberapa dekade pembangunan pendidikan kita di tanah air, “kekurangan” (kalau tidak mau disebut kegagalan) justru terletak pada ketidakpercayaan masyarakat itu sendiri untuk ikut berpartisipasi dalam program dimaksud. Contoh kasus sebagai indikasi adanya bukti terhadap hal ini ditayangkan oleh media televisi kita di minggu kedua bulan Desember 2007. “adanya sekelompok masyarakat yang secara bersama dan beramai-ramai merusak gedung sekolah” yang justru dibangun dari dana masyarakat itu sendiri (APBD). Mereka seolah tak merasa ikut memiliki proses pendidikan yang berlangsung (sense of belonging), padahal bukan tidak mungkin anak-anak mereka sendiri ada yang menjadi peserta didik dari sekolah yang dirusaknya.
Tantangan dari proses belajar masyarakat terhadap “perubahan” dapat ditengarai antara lain “tertutupnya kesediaan diri untuk menerima perubahan” (tidak munculnya hasrat untuk berubah), rendahnya komitmen terhadap adanya perubahan, serta rendahnya keterlibatan masyarakat terhadap program perubahan (sense of responsibility).
Oleh karenanya proses belajar sosial kemasyarakatan yang harus diprioritaskan sebagai WAJAH BARU KEBIJAKAN PENDIDIKAN KITA adalah kebijakan publik yang mengedepankan INOVASI SOSIAL dan PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, sehingga menemukan hal-hal baru bagi upaya nyata KELUAR DARI JEPITAN KEMISKINAN.
Patut dicermati pemikiran yang mencerdasi dan mengkritisi masalah ini, dengan pernyataan bahwa “salah satu ciri utama dari model pembangunan pada beberapa dekade terakhir adalah BERKEMBANGNYA KEYAKINAN DIRI DARI MEREKA YANG SECARA TRADISIONAL TIDAK BERDAYA DAN TERSINGKIR KARENA PROSES PERUBAHAN (PEMBANGUNAN) ITU SENDIRI.
Mengapa demikian, karena “semua upaya perubahan (pembangunan) tidak akan membawa manfaat jangka panjang TANPA PEMECAHAN MASALAH KEMISKINAN ITU SENDIRI”. Ini mungkin simpul-simpul akhir dari esensi pendidikan humanis. yang berupaya memberdayakan manusia secara manusiawi agar menjadi manusia sesungguhnya (seutuhnya), karena pastilah Tuhan tidak menciptakan hambaNya untuk teraniaya, apalagi oleh suatu sistem yang dibuat oleh hambaNya yang lain.
Kita memang membutuhkan suatu sistem pendidikan yang berpihak pada kebutuhan kemanusiaan, yaitu manusia berdaya. Manusia yang mampu melawan segala upaya yang memperdaya dirinya dari kesejahteraan sosial, kesejahteraan moral dan kesejahteraan spiritualnya.
Dengan “bersama” semoga harapan kemanusiaan tersebut, bukanlah utopia!.
Bukankah Tuhan Maha Tahu atas keinginan hambaNya?.

Jakarta, bulan akhir tahun 2007.
Salam saya
DS.

LinkDec 11, '07 6:41 PM
for everyone
Link: http://omson.blogspot.com/

KENANGAN INDAH YANG BELUM TERLUPAKAN

EventDec 11, '07 6:29 PM
for everyone
Start:     Dec 31, '07 7:00p
End:     Jan 1, '08 12:45p
Location:     we and giri
Waduk Gajah Mungkur mungkin jadi pilihan menikmati akhir tahun 2007 sambil menghadiri pernikahan GINJUR

Photo AlbumGAYA EUYDec 5, '07 11:42 PM
for everyone

Nama saya : Aisya Carmenita Iff
Nama Panggilan : ICA
Umur belum 17 deh
Tapi soal gaya, saya nggak mau kalah dengan model foto lainnya.
Cita-cita ...lagi saya teropong (lihat foto deh)
Doain ya saya kelak jadi anak/cucu yang solichah.
Makasih.

Blog EntryDec 5, '07 11:19 PM
for everyone

MATERI  SAMBUTAN PADA ACARA  PEMBUKAAN
 "
AGRI ‘S  EVENT
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Di Ruang Teater Lt 1 Gedung I Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  Rabu 16 Maret  2005

Assalamu’alaikum  Wr. Wb.
Hadirin  peserta kegiatan Agri’s Event  yang berbahagia,
Para
fungsionaris BEM di Jakarta seolah tak percaya bahwa baru beberapa bulan yang lalu, di laksanakan aktivitas peningkatan wacana dan kesadaran akan arti penting bela negara.

Situasi hangat seperti saat ini, memang mampu memberi ruang dan peluang  khusus untuk membangkitkan kembali bangsa ini dari keterpurukan krisis rasa percaya diri, karena kebebasan serta kemauan politik mereka serasa tidak lagi dapat tersalur melalui mekanisme serta sistem perwakilan dari lembaga yang telah ada.

Namun sebagai bangsa yang berdaulat tidak hanya kepada teritori kewilayahan dan kemerdekaan rakyatnya, kita semua juga berdaulat pada nurani diri, yang justru sangat hakiki untuk dijaga dan selalu dipelihara.

Hadirin yang berbahagia, Perubahan yang sangat cepat di kawasan ini, diwacanai sebagai pengaruh yang sangat dominan dari proses globalisasi, yang juga akan mengintervensi pemberdayaan Sumber Daya Manusia kita, di kancah persaingan terbuka yang semakin sengit. Di sisi lain kita sadari bersama adanya fenomena, bahwa tidak ada Sumber Daya Manusia yang akan  meningkat kualitasnya, tanpa intervensi proses pendidikan yang juga berkualitas.

Perlu pula diingat, bahwa tidak ada proses pendidikan yang “berkualitas tinggi”, tanpa sistem pendidikan yang “baik”. Seperti halnya tidak satupun dijumpai Negara maju di dunia ini, yang tidak terintervensi oleh kontribusi secara positif perguruan tingginya yang juga maju.

Proses globalisasi telah menunjukkan adanya perubahan besar dalam tatanan masyarakat dunia (world community), sehingga perubahan yang terjadi, tidak selamanya mampu diakomodasi dengan keterbatasan tingkat kemampuan berpikir maupun sikap perilaku masyarakatnya. Perkembangan yang terjadi di era globalisasi bukan lagi sekedar penambahan perlengkapan modern seperti, video, fashion, televisi, parabola, komputer maupun telepon selulair, dan sebagainya, ke dalam cara serta gaya hidup kita.

Peter Beyer mengatakan, lajunya proses perkembangan komunikasi dan informasi (information and communication development), menyebabkan proses globalisasi berlangsung secara intensif, ekstensif bahkan super akseleratif. Sehingga di masyarakat kita, muncul fenomena baru melalui pengungkapan silaturahmi di Hari Raya atau hari-hari spesial lainnya. Kartu lebaran sudah berubah bentuk menjadi Short Message System (SMS), yang bisa diakses oleh puluhan juta orang, dalam waktu yang hampir bersamaan. Akibat dari itu semua, para provider telepon selulair telah mampu meraup keuntungan yang besarnya tak pernah kita bayangkan empat atau lima tahun yang lalu, sementara kemacetan lalu lintas darat di jalur pantura, telah tersaingi pula oleh kemacetan jaringan komunikasi yang overloaded oleh ucapan Minal Aidin Wal Faidzin melalui SMS. (dan ponsel Saudara  menjelang 1 Muharam 1426 H yang lalu, mungkin juga penuh dengan ucapan selamat tahun baru hijriah). Kita baru tersadar, bahwa masyarakat dunia belum memiliki polisi lalu lintas yang mengatur traffic komunikasi selulair maupun virtual, secara comphrehensif, untuk mencegah timbulnya kemacetan total komunikasi massa di ruang maya.

Hadirin yang berbahagia,Syarat mutlak menghadapi perdagangan bebas bagi setiap negara bangsa yang ingin tetap eksis, haruslah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas (human hight quality). Karena perangkat-perangkat yang digunakan pada perdagangan bebas,  adalah teknologi yang bermutu tinggi (hight tech). Tentu saja dibutuhkan tenaga operator yang memiliki kemampuan yang cukup handal (capability goods) dalam mengoperasikannya (to operation).

Bagi suatu negara atau bangsa yang siap infrastruktur dan suprastrukturnya, apakah itu dalam bidang politik, ekonomi, hukum dan teknologi dapat dipastikan akan keluar sebagai pemenang dari suatu persaingan. Akan tetapi bagi mereka yang tidak siap infrastruktur dan suprastruktur di dalam negerinya, hanya akan tampil sebagai penonton dan tamu di dalam negeri sendiri. Dari pemberlakuan perdagangan bebas, kita dapat mengkalkulasi diri, agar tidak tergilas oleh arus globalisasi, akan tetapi justru mampu menikmati pertarungan  sebagai pemenang (the winner player).

Rustiani seorang pengamat pendidikan, berpendapat ; bagi kelompok yang optimistik, arus globalisasi dapat disiasati sebagai peluang untuk melakukan lompatan transformatif yang progresif untuk melakukan ekspansi pasar. Sedangkan bagi kelompok yang pesimistis memandang globalisasi sosial ekonomi sebagai ancaman dari bangsa lain, atau predator yang akan memangsa mereka yang lemah.

Dalam konteks globalisasi kekaryaan, pekerjaan dan migrasi, starting point kita memang berada di belakang garis pemberangkatan. Sehingga bukan tenaga kerja yang berdaulat dengan kompetensi dan hak-hak kemanusiaannya yang berargumentasi di berbagai permasalahan ketenagakerjaan, akan tetapi justru ketidakberdayaan kita yang selalu dieksploiter, bahkan dijadikan komoditas kelemahan di dalam pertarungan informasi global. Di sisi lain pengangguran semakin membengkak karena rendahnya peluang kerja serta kemampuan membuka lapangan kerja, apalagi pengangguran yang terjadi pada kaum intelektual berdasar data dari Ditjen Dikti telah menggapai angka menakjubkan yaitu sekitar 3000 orang sarjana.

Hadirin yang berbahagia,Hadirnya berbagai lembaga pendidikan luar negeri melalui pencakokkan program, pemberian lisensi ataupun pembukaan kampus eksternal, akan menjadi pemicu tersendiri bagi kalangan pengelola perguruan tinggi di dalam negeri, agar tetap eksis dalam menghadapi perebutan calon  mahasiswa berkualitas. Kita tidak mungkin lagi mundur ke belakang dengan cara memungkiri request anggota WTO yang akan dan telah membuka lembaga pendidikannya di Indonesia, terutama lembaga pendidikan tingginya. Sementara peringkat perguruan tinggi kita terus melorot sejak tahun 2001 yang lalu, sehingga pada tahun 2004 diperoleh data; tidak satupun perguruan tinggi kita berada di dalam peringkat 500 PT terbaik di dunia. Bahkan dari 100 PT terkemuka di Asia, tidak satupun di dalamnya terdapat PT Indonesia.

Mengantisipasi laju perkembangan sains dan teknologi serta akselerasi tuntutan kebutuhan publik, maka berbagai perguruan tinggi kita dituntut mampu memberikan jawaban yang akuntabel, sehingga menepis seluruh keraguan adanya ketidakberdayaan output lulusan yang diproduksinya.
Beberapa dekade terakhir ini, kita memang terobsesi oleh kemajuan teknologi informasi komunikasi, dan senyatanya kita memang tertinggal.
Sementara basis alam pijakan kita yang menyediakan peluang pertanian, dan menjanjikan  potensi kesejahteraan luar biasa justru kita lupakan.

Sebagai bangsa seolah  tak percaya, bahwa kita memiliki semua kekayaan alam pertanian, hutan maupun tambang di perut bumi, namun kita tidak merasa menikmatinya.
Di sisi inilah banyak harapan bertumpu, agar kegiatan Agri’s Event yang dilaksanakan oleh adik-adik BEM Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarief Hidayatulah Jakarta, mampu memberi peluang terbukanya kembali ide serta gagasan inovatif untuk melakukan ”back to basic” pada potensi kepemilikan kita di sektor pertanian dan agribisnis.

Hadirin yang berbahagia, Aktivitas Agri’ Event  hari ini, dipandang begitu penting karena akan memberi pembekalan kompetensi Agribisnis dan Agroindustri bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Di DKI Jakarta dengan latar belakang bervariatif seperti;

  • Rendahnya minat generasi muda/mahasiswa untuk memahami bidang pertanian khususnya dalam sektor agribisnis dan agroindustri terutama di Propinsi DKI Jakarta.
  • Pemanfaatan lahan sempit sebagai akibat pesatnya perkembangan wilayah Propinsi DKI Jakarta sebagai ibukota Negara.
  • Tanggung jawab moral dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidyatullah Jakarta sebagai salah satu institusi pendidikan yang mengelola jurusan sosial ekonomi pertanian/agribisnis, untuk menumbuh kembangkan intelektualitas/pemahaman di bidang agribisnis dan agroindustri. Mengingat Jakarta sebagai pusat, tujuan dan sekaligus konsumen terbesar bagi produk-produk pertanian.
  • Dalam kemitraan Dinas Dikmenti Propinsi DKI Jakarta dengan Fakultas Sains dan teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dirasa perlu mengoptimalkan potensi mahasiswa serta komunitas pendidikan di lingkungan perguruan tinggi  DKI Jakarta, melalui kegiatan Agri,s Event seperti ini.

Hadirin  peserta kegiatan Agri’ S Event  yang berbahagia,
Saya berharap,  semangat pengabdian seluruh  civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk bekerja keras  menghasilkan  sumber daya manusia yang handal dan memiliki keunggulan komparatif serta memiliki kemampuan untuk  menciptakan lapangan kerja, dapat terus dikembangkan.

Semoga acara kegiatan seperti ini dapat secara  terus menerus  diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pemahaman konsep dan pengetahuan agrobisnis dan agroindustri pada masyarakat umumnya dan dapat memunculkan kreativitas agrobisnisdi kalangan mahasiswa.
Kepada seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika serta panitia penyelenggara kegiatan Agri’ S Event BEM Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi   Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saya sampaikan “selamat atas penyelenggaran acara ini “.
Juga kepada para peserta  Agri’ S Event ini diucapkan selamat mengikuti dan semoga sukses.
Amien ya robal alamin
Wassalamualaikum Wr Wb



Photo AlbumFOTO DIRIDec 5, '07 10:59 PM
for everyone

Moment Kemah Kebangsaan Nopember tahun 2006, yang berlangsung di Stadion Manahan Solo ikut dimanfaatkan untuk mengambil foto diri.
Acaranya sendiri dihadiri oleh Bapak Presiden SBY serta Ibu Ani.

Photo Albumdialog BEM dengan Gubernur DKI 2005Dec 5, '07 10:26 PM
for everyone

Dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se DKI Jakarta dengan MUSPIDA Provinsi DKI Jakarta telah berlangsung di Aula Masjid Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta pada bulan Ramadhan 2005 yang lalu.
Nampak dalam foto tersebut Bang Yos (Gubernur Sutiyoso) selaku Ketua Muspida sedang diwawancarai oleh para wartawan BEM PT DKI Jakarta.

Notebuku tamu atau harapan dari penanggap
   
vikky988 wrote on Jan 1
metodepenelitian wrote on Jun 15, '08
Tugas-tugas yang sekarang!!!
TUGAS
EVALUASI HASIL PROSES BELAJAR BIOLOGI


Jakarta, 06 Juni 2008


TEST PERFORMANCE TIPIKAL untuk SEGALA SIKAP


Pemantapan materi “Sistem Gerak pada Vertebrata” melalui kegiatan praktek di Lapangan maupun di Laboratorium memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa/i.

No Sifat Negatif Taraf Kecenderungan Sifat Positif Keterangan
1 2 3 4 5
01. Membosankan X Menyenangkan
02. Tidak interaktif X Interaktif
03. Tidak menantang X Menantang
04. Tidak kondusif X Kondusif
05. Tudak bermanfaat X Bermanfaat
TOTAL 0 0 0 2 3
KESIMPULAN Dari total sifat tipikal yang dilaksanakan, ternyata siswa/i berpendapat bahwa dengan kegiatan praktek yang dilaksanakan membuat siswa/i merasa menyenangkan dengan materi yang diajarkan, sangat interaktif, menantang, dapat menciptakan suasana yang kondusif dan amat bermanfaat.

















PERTANYAAN DENGAN TINGKAT KESUKARAN TINGGI


1. Sistem organ tersusun dari beberapa organ yang bekerja sama melaksanakan fungsi tubuh. Setiap system organ mempunyai fungsi tertentu. Sistem yang berkaitan langsung dengan respirasi pada manusia adalah system….
a. Otot
b. Ekskresi
c. Peredaran
d. Pencernaan
e. Endokrin
(Struktur Hewan)

2. Untuk mempelajari morfologi oosista dari Plasmodium vivax, kita harus melakukan pengamatan….
a. Eritrosit orang yang mengalami sakit malaria
b. Plasma darah orang yang terkena malaria
c. Darah di dalam usus nyamuk yang mengandung plasmodium
d. Dinding lambung nyamuk yang mengandung plasmodium
e. Kelenjar ludah nyamuk yang mengandung plasmodium
(Invertebrata)

3. Kambium merupakan jaringan meristematik dan terdapat antara xylem dan floem. Pernyataan di bawah ini benar mengenai cambium, kecuali….
a. Merupakan titik tumbuh sekunder
b. Terdapat pada akar dan batang tumbuhan biji terbuka dan dikotil
c. Pertumbuhan yang ditimbulkannya disebut pertumbuhan sekunder
d. Menghasilkan unsure-unsur xylem, floem dan jari-jari empulur
e. Terdapat pada akar dan batang tumbuhan monokotil
(Struktur Tumbuhan)

4. Pengaruh negative akibat eutrofikasi di daerah rawa adalah….
a. Matinya ganggang dan eceng gondok (Eichornia crassipes)
b. Menurunnya kandungan oksigen dalam air
c. Meningkatnya pertumbuhan tanaman air seperti ganggang dan eceng gondok (Eichornia crassipes)
d. Tertutupnya permukaan air, sehingga intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam air semakin berkurang
e. Meningkatnya kematian organisme yang hidup di rawa dan meningkatkan kepekatan air rawa
(Lingkungan)

mohon diperiksa...untuk di Blog juga saya cantumkan.
metodepenelitian wrote on Jun 15, '08
Tugas Kuliah Ev. Hsl. Proses Belajar Biologi:
Tugas Mata Kuliah Evaluasi Hasil Proses Pembelajaran Biologi


Pilihlah satu jawaban yang benar!

1. Manakah berikut ini pernyataan yang benar tentang pernapasan manusia?
a. Pernapasan luar terjadi bila otot antar rusuk dan diafragma berkerut dan rongga dada mengecil.
b. Pernapasan luar merupakan proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) dengan sel-sel tubuh.
c. Pernapasan dalam adalah berlangsungnya pertukaran gas dari aliran darah ke sel-sel tubuh dan sebaliknya.
d. Pernapasan perut terjadi bila diafragma mendatar karena otot diafragma berkontraksi, sehingga rongga dada membesar.
e. Pernapasan dada terjadi bila otot-otot antar rusuk berkontraksi, rongga dada mengecil karena diafragma mendatar.

Kunci Jawaban: d

2. Pernyataan manakah yang tepat untuk peristiwa transport aktif?
a. Berjalan searah melawan perbedaan konsentrasi dan dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel.
b. Berjalan dua arah yang terjadi karena perbedaan kerapatan larutan.
c. Tidak memerlukan energi dengan proses yang berlangsung selama terjadinya perbedaan kadar larutan sitoplasma dengan larutan air.
d. Merupakan perpindahan zat dari larutan konsentrasi rendah ke larutan konsentrasi tinggi.
e. Merupakan peristiwa pemasukan dan pengeluaran tetes cairan melalui membran sel.

Kunci Jawaban: a

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!

3. Di bawah ini tertera ciri-ciri sel:
1. memiliki sebuah inti;
2. terdapat cilia sebagai alat gerak;
3. bentuk tidak tetap;
4. terdapat dua macam vakuola;
5. umumnya tidak mengandung kloroplas.
Ciri-ciri yang dimiliki oleh sel hewan adalah….
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 3 dan 5
c. 1, 4 dan 5
d. 2, 3 dan 4
e. 3, 4 dan 5

Kunci Jawaban: e

4. Berikut ini merupakan berbagai fungsi kantung udara (Saccus pnematikus), kecuali….
a. Membantu pernapasan, terutama pada waktu terbang.
b. Memperbesar dan memperkecil berat jenis tubuh pada waktu terbang.
c. Menyimpan cadangan udara (O2)
d. Mencegah kedinginan dan hilangnya panas badan yang terlalu besar.
e. Memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring.
Kunci Jawaban: e

atas nama Zakiah Fithah A'ini
NPM: 20054150019
Universitas Indraprasta PGRI
metodepenelitian wrote on May 1, '08
Aslm. Bapak Darsana yang saya hormati..,maaf baru mengirimkan tugas. Saya sudah membuat tugas portofolio yang bapak minta dan sudah saya view di blog saya, yaitu metodepenelitian.multiply.com tolong diperiksa...Skali lagi maaf atas keterlambatannya...W'salam Zakiah_Unindra. Bio,Smt.VI
metodepenelitian wrote on Apr 14, '08
Aslm...bapak, maaf saya buat blog baru dengan nama acibi_za@yahoo.com karena yg kemarin tidak bisa saya log in.... sekali lagi maaf :-) untuk tugas sudah saya kerjakan di blog saya yg baru...maaf...
rianpai2euinsyahid wrote on Apr 2, '08
Assalamualaikum. Wr.Wb
Pak,,,saya sudah mengerjakan tugas yang bapa tugaskan kepada kami,,,silahkan bapak buka blog saya :
blog : rianpai2euinsyahid.multiply.com
Email : uinsyahid_rian@yahoo.com

pinta saya terakhir tolong di add ye pak......
dan di tunggu balasan na.......by rian pai 2e
vivinurunindra6 wrote on Mar 31, '08
Tugas MK. Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi
Nama : Vivinur Agustiningsih
Nim : 200541579062

Pilihlah satu jawaban yang benar!.

1. Reproduksi dimana sebuah ovum tidak dibuahi akan tetapi tumbuh membentuk individu yang baru disebut dengan proses reproduksi… .
a. Konyugasi
b. Metagenesis
c. Parthenogenesis
d. Paedogenesisi
e. Fertilisasi
Kunci jawaban : C

Pilihlah satu jawaban yang paling benar!.

2. Berikut ini adalah hormon-hormon yang terdapat pada tumbuhan, hormon manakah yang mempunyai fungsi memacu perkembangan kloroplas dan sintesis klorofil adalah… .
a. Auksin
b. Giberalin
c. Gas Etilen
d. Asam Absisat
e. Sitokinin
Kunci jawaban : D

3. pada umumnya cacing bersifat parasit pada hewan, manusia. Dibawah ini terdapat beberapa jenis cacing yang bersifat parasit pada hewan atau manusia, kecuali… .
a. Ascaris megalocephala
b. Taenia solium
c. Fasciola hepatica
d. Lumbricus terresteris
Kunci jawaban : E


Arti Efektifitas dan Efisiensi
Efektifitas
Efektifitas adalah pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Efektifitas diukur dari jumlah hasil keluaran yang sesuai harapan/layak (sebut saja ‘qualified output’ atau output layak) dari seluruh hasil keluaran (output).
Efektifitas = Output_layak / Output
Misalkan 2 pekerja pembuat kendi tanah liat (gerabah) masing-masing ditugaskan membuat 10 kendi dengan kualitas sesuai syarat yang ditentukan (disebut Target atau Ideal Output).
Pekerja A membuat 10 kendi, sayang cacat 2 buah. Jadi hanya 8 kendi yang layak (qualified output). Maka efektifitas kerja dia adalah 8/10 alias 80%.


Efisiensi
Efisiensi adalah pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Efektifitas diukur dari hubungan antara jumlah keluaran (output) dari sejumlah input (masukan). Makin efisien berarti untuk sejumlah input akan dihasilkan lebih banyak output. Rumus efisiensi adalah output per input.
Efisiensi = Output / Input

Misalkan 2 pekerja pembuat kendi tanah liat. Masing-masing diberi bahan 2 kg tanah liat.
Pekerja A berhasil membuat 5 kendi. Pekerja B berhasil membuat 8 kendi. Pekerja A mempunyai efisiensi 5 kendi/2 kg. Sedangkan B mempunyai efisiensi 8 kendi/2 kg. Maka pekerja B disebut lebih efisien.

vivinurunindra6 wrote on Mar 31, '08
asslm. bapak saya sudah membuat tugas tentang alat ukur biologi tolong dilihat diblog saya:vivinurunindra6.multiply.com
raniunindra6 wrote on Mar 28, '08
assalamualaikum...
saya sudah membuat tugas yg buat contoh alat ukur BIOLOGI tolong dilihat di BLOG saya : Raniunindra6.multiply.com
metodepenelitian wrote on Mar 18, '08
aslm. bapak....saya sudah mengerjakan tugas yg pertama tolong dilihat di blog baru saya yaitu: zakiah_unindra6.blogspot.com
metodepenelitian wrote on Mar 9, '08
Aslm...bapak,,pa kabar???semoga selalu sehat dan tetap dalam lindungan Allah SWT,,serta sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari...Amin
Oya,,alhamdulillah nanti kita ketemu lagi di semester 6,,,he3x...,cos bapak ngajar Evaluasi Hsl Proses Belajar Mengajar....
metodepenelitian wrote on Feb 1, '08
Aslm. Bapak Darsana yth. semoga selalu sehat wal a'fiat. Ini saya zakiah, mhs unindra ingin menyampaikan bahwa tugas PKM dan Metode Penelitian sy sudah selesai. Mohon diperiksa di Blog saya. saya juga akan mengirimkan tugas saya ke Email bapak. Terimakasih atas bimbingannya selama ini dan terimakasih juga atas ilmu-ilmu yg diberikan. W'slm...
metodepenelitian wrote on Jan 21, '08
PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH KEGIATAN PRAKTIKUM YANG DILAKUKAN SECARA INDIVIDU TERHADAP HASIL BELAJAR DISIPLIN ILMU BIOLOGI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 42 JAKARTA, HALIM PERDANA KUSUMA

















Disusun Oleh:

Zakiah Fithah A’ini
Rosmala
Nelly Simamora
Mutiah
Desi Puji Astuti



UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jl.Nangka No.58 ,Tj.Barat , Jagakarsa , Jakarta Selatan 123530
Tlp. (021) 78835283 , 7818718
2008

LEMBAR PENGESAHAN


MENYETUJUI,



Pembimbing I Pembimbing II




Drs. Darsana Setiawan, M.Si. Dra. Yulistiana



MENGETAHUI,

Dekan
Fakultas Teknik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indraprasta PGRI





Drs. Supardi U.S., M.M. M.Pd.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah sebuah rangkaian peristiwa yang amat kompleks dan banyak factor yang mempengaruhi dan saling menunjang, salah satunya adalah siswa, yang diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang utuh melalui proses belajar mengajar yang baik dan sesuai dengan kode etik guru.
Cepatnya perubahan yang terjadi di dalam masyarakat menuju abad modern merupakan sebuah bukti nyata dari adanya pengaruh laju pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia sebagai negara berkembang, saat ini sedang berusaha untuk memodernisasi kehidupan di berbagai bidang dengan mengembangkan dunia pendidikan demi mengejar ketinggalan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, yang di negara-negara belahan barat sudah semakin bertambah maju. Kesemua usaha itu ditempuh melalui proses, perjuangan dan kerja keras dalam waktu yang panjang serta didukung dengan kemampuan intelektual maupun material yang memadai oleh warga masyarakatnya.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang sangat menentukan untuk mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan bagi segenap bangsanya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tersebut dapat ditempuh melalui pendidikan. Selain itu, kreativitas yang merupakan salah satu aspek afektif dalam pendidikan yang berpengaruh dalam mengembangkan hasil belajar semaksimal mungkin. Yang terjadi di lapangan adalah kurangnya perhatian terhadap aspek psikomotor ini, yaitu penerapan dan aplikasi teori, yang artinya bahwa siswa di sekolah tidak dilatih untuk berpikir tepat guna dalam menemukan berbagai gagasan dan jawaban terhadap suatu peristiwa yang berhubungan dengan disiplin ilmu Biologi. Siswa biasanya hanya diajarkan untuk menghafal sebuah teori maupun literature lama yang mungkin pada saat sekarang ini sudah banyak terjadi perubahan. Cara berfikir ini dinamakan konvergen dan dikhwatirkan dapat menghambat munculnya sebuah penemuan-penemuan baru yang berasal dari anak antara lain karena tidak adanya dorongan untuk bereksperimen, bereksplorasi, penjadwalan kegiatan anak yang terlalu padat oleh hafalan, terlalu menekan kebersamaan dengan keluarga, orang tua yang konservatif, perlindungan yang berlebihan, disiplin otoriter dan penyediaan alat bermain yang terbatasi yang nantinya akan menghilangkan kesempatan anak dalam menemukan hal-hal baru.
Sesungguhnya kegiatan praktikum yang dilakukan secara individu, yang oleh sebagian besar para guru dinilai kurang efektif, dapat membuat seorang siswa lebih memahami dan dapat mengasah diri dalam memecahkan suatu masalah.

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah tim penulis kemukakan, timbul pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam praktikum mata pelajaran Biologi?
2. Adakah perbedaan hasil belajar mata pelajaran Biologi antara siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok dengan siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu?
3. Manakah yang lebih tinggi hasil belajar mata pelajaran Biologi antara siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok dengan siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu?
4. Apa sebabnya seorang siswa dalam belajar mata pelajaran Biologi dituntut harus aktif?
5. Apakah kegiatan praktikum yang dilakukan secara individu dapat meningkatkan motivasi, minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi?
6. Apakah kegiatan praktikum yang dilakukan secara individu dapat memperbesar intensitas keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar?
7. Mengapa siswa sering kali sukar dalam memahami mata pelajaran Biologi?

C. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mempersempit ruang lingkup permasalahan yang akan dikaji lebih lanjut. Hal ini bukan berarti mengurangi sifat ilmiah suatu pembahasan akan tetapi bertujuan untuk mendalami suatu pembahasan.
Dalam penelitian ini, permasalahan yang akan diungkap hanya mengenai kegiatan praktikum yang dilakukan terhadap hasil belajar disiplin ilmu Biologi pada siswa kelas X SMA Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma tahun pelajaran 2008/2009.

D. Perumusan Masalah

Perumusan yang diperlukan mendapatkan pemecahan melalui penelitian ini adalah:
1. Sejauh manakah kecenderungan hasil belajar siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu terhadap hasil belajar disiplin ilmu Biologi?
2. Bagaimana pula hasil belajar siswa yang tidak melakukan kegiatan praktikum secara individu dalam disiplin ilmu Biologi?
3. Apakah ada perbedaan yang signifikan pada siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok dan siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu di SMA Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma.

E. Tujuan Penelitian

Untuk memperoleh hasil penelitian yang terarah dan jelas, maka penetapan tujuan diperlukan dari awal penelitian. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fakta empiris dan implicit tentang:
1. Kecenderungan hasil belajar siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok dalam disiplin ilmu Biologi.
2. Kecenderungan hasil belajar siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu dalam disiplin ilmu Biologi.
3. Tingkat perbedaan siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok dengan siswa yang melakukan kegiatan praktikum secara individu dalam disiplin ilmu Biologi.

F. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini antara lain:
1. Bagi peneliti, melalui penelitian ini peneliti dapat menggunakan langkah-langkah metode ilmiah dalam memecahkan suatu masalah.
2. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode yang tepat guna untuk mengajar mata pelajaran Biologi.
3. Bagi siswa, sebagai masukan dalam memotivasi diri untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Biologi.


BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Deskripsi Teori


B. Kerangka Berpikir

Dengan adanya kegiatan praktikum secara individu membuat siswa dapat menumbuh-kembangkan

C. Perumusan Hipotesis


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma tahun pelajaran 2008/2009 sejumlah 280 siswa. Adapun waktu penelitian direncanakan 3 bulan pada semester I pelajaran 2008/2009.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan evaluasi. Untuk metode eksperimen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Kelas eksperimen adalah kelas yang melakukan kegiatan praktikum secara individu, sedangkan kelas control adalah kelas yang melakukan kegiatan praktikum secara berkelompok.
Sebelum penelitian ini dilakukan terlebih dahulu diadakan matching antara kelompok eksperimen dan kelompok control, nilai mata pelajaran Biologi kedua kelompok diseimbangkan sehingga kedua kelompok berangkat dari hasil belajar yang seimbang. Cara yang dipakai untuk mengadakan matching ini adalah dengan “mean matching”. Mean hasil belajar biologi kedua kelompok itu disamakan atau diseimbangkan. Berarti kedua kelompok itu dalam keadaan seimbang (Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Jilid IV, Yogyakarta: Andi Offset, 1988) hal. 476-477. Penelitian ini dilakukan dengan cara Pre Test dan Post Test pada siswa kelas X SMA Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma.
Dalam hal ini tim peneliti melakukan pengukuran sebanyak dua kali yakni sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi
a. Populasi Target
Populasi target dari penelitian ini adalah murid SMA Negeri 42 Jakarta, halim Perdana Kusuma.
b. Populasi Terjangkau
Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh murid kelas X Sma Negeri 42 Jakarta, Halim Perdana Kusuma yang terdaftar pada semester I tahun 2008/2009.

2. Sampel
Sampel yang diambil dari populasi terjangkau dengan teknik purpose random sampling dengan cara bertahap, dipilih dari dua kelas secara acak dan masing-masing kelas diambil 40 murid sebagai sampel secara random sehingga sampel seluruhnya berjumlah 80 orang.

D. Metode Pengumpulan Data

1. Variabel Penelitian
2. Sumber Data
3. Teknik Pengumpulan Data


E. Instrumen Penelitian

1. Rancangan Instrumen
2. Hasil Uji Coba Instrumen


F. Hipotesis Statistik

Hipotesis sattistik dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
Ho: µ1 = µ2
H1: µ1 > µ2


G. Teknik Analisa Data
metodepenelitian wrote on Jan 21, '08
Ass.bapak...untuk tugas kelompok MP saya masih belum bisa memberikan yg lengkap, cos flashdisk sy kena Virus,,jadi harus ngetik Ulang..Skali lg mohon dimaafkan...
akurienzumaroh wrote on Jan 14, '08
multiple bLogs akhirnya berhasil
membuat beberapa bLog dalam satu account BLogGer
di
http://rienzumaroh16.blogspot.com/
metodepenelitian wrote on Jan 13, '08
Ass.., semoga pengetahuan akan terus bertambah seiring dengan teknologi... Dan semoga kita bisa mengamalkannya. Amin..
ternyata tahu dan mau menganal dunia Internet asyik juga!!! Terima-kasih, atas segalanya.., semoga bapak tidak bosan dalam memeberikan ilmunya kepada kita-kita yang masih awam...
Sekali lagi terima kasih.
mariaulfah15 wrote on Jan 10, '08, edited on Jan 10, '08
http://mthp.blogspot.com/
pak ni tugas proposal penelitian dan metode pembelajaran saya. maaf kalau banyak kesalahan. terimakasih
mariaulfah15 wrote on Jan 10, '08
pak pa kabar? smoga bapak dalam lindungan-Nya. termakasih bapak sudah mengomentari blog saya. jangan lupa ya pak saya dapat A. tapi jangan ANCURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR ya. maaf pak cuma bercanda ko. bapak senyum doooooooooooong. makasih!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
akurienzumaroh wrote on Jan 7, '08
akhirnya saya dapat tulisan bapak yang nuansa emosional atau spiritual berjudul...."Bicara tentang Hati "
selamat tahun baru hijriyah,,,,,
moga Allah anugerahi kita semua kesempatan yang lebih baik dan dimanfaatkan sebaik pula
AAAmii
ulesulaesih wrote on Dec 13, '07
Bapak, tugas link saya ada di BLOg
ulesulaesih wrote on Dec 13, '07
asalamu 'alaiku....
makasih ya Bapak...atas kenang2nya di smster ini, akhirnya kami jdi g' gaptek2 amat.
semoga bapak selalu dalam anugrah-Nya
wasalamu 'alaikum
akurienzumaroh wrote on Dec 8, '07
Wass,,,!!!!
yang saya rasakan tatkala saya dalam keadaan tidak nyaman, tiba2 ada seseorang yang saya lebihkan karena prestasi akademiknya, tiba2 hadir kasih dukungan kasih semangat tak segan memuji,,,jujur setiap kali bapak memberikan apresiasi terhadap apa yang saya bisa walaupun kecil, serasa angin segar menyiram dan menyemangati kembali terima kasih bapak atas segala dedikasinya...


http://akurienj.blogsome.com/
http://akurienzoom.blogspot.com/
http://profiles.friendster.com/rienzumaroh
mariaulfah15 wrote on Nov 21, '07
assalamualaikum WR. WB......
maaf pak saya baru link blog ke bapak sekarang. nama saya maria ulfah jurusan pendidikan biologi UNINDRA. ini alamat blog saya http://mthp.blogspot.com/. semoga pak darsana cepat sembuh. kami tunggu kehadiran bapak untuk bersedia membimbing kami. terimakasih Wassalamualaikum WR.WB.
akurienzumaroh wrote on Oct 5, '07
Wass>..!!!
sebelumnya saya ucapkan beribu terima kasih atas segala pehatiannya!!!
saya bukannya sibuk bapak!!
tapi sekarang lagi pingin ngedalamin masalah komputer...
kebetulan ini bulan ramadhan lagi ikutan sibuk di organisasi persiapan2 iftor jama'i
maklum saya masih dalam masa pencarian dan juga butuh dukungan...


selamat menunaikan ibadah puasa N juga mohon maaf lahir dan batin.
terima kasih tak terhinGGa.



___Rien ZUMAROH-----
darsanas wrote on Sep 12, '07
MUDAH-MUDAHAN AKAN SEMAKIN MEMUDAHKAN PEMBELAJAR UNTUK MERUBAH YANG SULIT DIPAHAMI MENJADI MUDAH DIPAHAMI.
WASSALAM,
QQ MAN.
Pages:123
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.